KEUNIKAN JEMBATAN AKAR DI DAERAH BAYANG PESISIR SELATAN

Jembatan akar yang ada di daerah bayang,pesisir selatan merupakan jembatan tertua yang ada di Indonesia,konon di bangun pada tahun 1916 oleh seorang ulama pakiah sokan sebagai penghubung dua desa yang dipisahkan oleh sungai sungai baying yaitu desa kampong puluik-puluik dan kampong lubuk silau.

Jembatan ini memiliki ketinggian sekitar 10 meter dan terbuat dari bamboo yang dililit akar pohon beringin di masing-masing sisi sungai baying, karena keunikannya dari jembatan-jembatan yang lain,sehingga menjadi ikon pariwisata bila berkunjung di sumatera barat khusus pesisir selatan.

Dalam Bahasa minang,jembatan yang letaknya 88 km sebelah selatan kota padang ini oleh masyarakat di namakan Titian akar, yang mempunyai panjang 25 meter dan lebar 1,5 meter,dan prosesnya merajut akar tersebut menjadi jembatan selama membutuhkan waktu sekitar 26 tahun.

Pada saat ini kondisi jembatan akar justru semakin bertambah kuat karna bertumbuh besar akar pohon beringin yang membentuknya,untuk menjaga kelangsungan hidup jembatan tersebut ,pemkab setempat telah menambah tali besi yang berfungsi untuk melindungi saat musim hujan,karna debit air sungai baying bisa naik hingga meyentuh jembatan.
Sungai bayang memang terkenal dengan kejernihan dan kesejukan airnya,sungai ini juga bisa melakukan kegiatan arung jeram karena faktor kondisi nya bayak terdapat batu besar di dalam sunagai tersebut,di atas jembatan juga bisa menikmati dan melihat ikan-ikan (pareh) berbagai ukuran,tetapi ikan-ikan tersebut tidak boleh di tangkap,karna ikan tersebut keramat, atau telah di sumpah,oleh masyarakat setempat.ikan hanya bisa di panen pada waktu-waktu tertentu.

WWW.WISATA PULAUSUMATERABARAT.COM
TLPN 07517050036
WA 081266260009